Di depan Gedung Sate Bandung |
Berkunjung
ke Kota Bandung tidak lengkap rasanya bilamana tidak berkunjung ke Gedung Sate.
Bangunan neo klasik berpadu dengan elemen native ini terletak di Jalan
Diponegoro Bandung ini kini digunakan sebagai kantor gubernur Provinsi Jawa
Barat. Gedung ini didesain oleh seorang arsitektur Belanda bernama J. Gerber.
Gedung sate mendapat nama demikian karena pada puncak gedung ini terdapat
menara yang berbentuk seperti sate, salah satu makanan tradisional Indonesia.
Karena keunikan arsitekturnya, Gedung Sate Bandung menjadi obyek pariwisata
(Wajib berfoto di depannya he he ). Di sekitarnya banyak pula obyek wisata
lainnya yang menjadi tempat tujuan wisata masyarakat sekitar kota bandung dan
juga para turis dari dalam maupun luar negeri. Mengunjungi gedung sate
merupakan pengalaman yang unik, bukan hanya menikmati suasana di sekitar
gedung, namun Anda akan merasakan sedikit “petualangan” ketika mulai menapaki
anak tangganya satu demi satu yang terpasang hingga menaranya. Di sekitar
gedung ini pun terdapat taman yang ditata dengan baik dan tentunya dimanfaatkan
oleh warga sekitar sebagai tempat wisata. Lapangan Gasibu lokasinyasangat
berdekatan dan lapangan Gasibu ini juga menjadi penghubung antara Gedung Sate
dengan sebuah taman yang membentang sampai ke kawasan Kampus Universitas
Padjajaran. Mungkin karena hal itulah, lapangan ini juga sering dijadikan
sebagai sebuah tempat berkumpulnya banyak masyarakat Kota Bandung. Lapangan
Gasibu tidak hanya difungsikan sebagai sarana tempat berolahraga orang dari
Bandung saja, namun gasibu juga sangat ramai sekali dan banyak para pedagang
pada waktu hari minggu. Tidak heran kalau pada hari minggu di lokasi Gasibu ini
akan menjadi super macet. Lapangan Gasibu ini juga sering digunakan para
promotor even yang ingin menyelenggarakan sebuah acara di lapangan ini. Gedung
Sate juga merupakan salah satu ikon dari kota Bandung yang sekarang juga telah
menjadi salah satu tempat wisata di Bandung. Khusus untuk wisatawan mancanegara
banyak dari mereka yang memang sengaja datang berkunjung karena mempunyai
keterkaitan history pada Gedung ini. Keterkaitan dengan history ini mungkin
akan jauh terasa lebih lengkap jika pada saat menaiki anak tangga satu per satu
yang tersedia menuju menara Gedung Sate.
Terdapat 6 tangga yang harus dilewati
dengan masing-masing 10 anak tangga yang harus dinaiki oleh pengunjung. Keindahan
dari Gedung Sate juga dilengkapi dengan adanya taman disekelilingnya yang
terpelihara dengan sangat baik, tidak heran jika taman ini banyak diminati oleh
masyarakat kota Bandung dan banyak para wisatawan baik domestik maupun
mancanegara yang berkunjung kesini. Keindahan yang dimiliki taman ini sering
dijadikan lokasi kegiatan yang mempunyai nuansa kekeluargaan, lokasi shooting
video klip musik baik untuk artis lokal maupun artis kelas nasional, lokasi
foto keluarga atau foto diri sendiri bahkan foto pasangan pengantin. Khusus
pada waktu hari minggu lingkungan dari halaman Gedung Sate dijadikan sebagai
pilihan tempat sebagian besar masyarakat Bandung untuk bersantai, sekedar
duduk-duduk dan menikmati udara segar di kota Bandung atau untuk berolahraga
ringan. Membandingkan Gedung Sate ini dengan bangunan-bangunan dari pusat
pemerintahan (capital building) yang ada di banyak ibukota negara sepertinya
tidak terlalu berlebihan. Persamaannya yaitu semua dibangun di tengah kompleks
hijau dengan memiliki menara sentral yang megah. Terlebih lagi dari segi letak
gedung sate serta lanskapnya yang relatif cukup mirip dengan Gedung Putih di
Washington, DC, Amerika Serikat. Bisa juga dikatakan kalau Gedung Sate adalah “Gedung
Putih” nya kota Bandung. Di bagian timur dan bagian barat terdapat dua ruangan
besar yang akan mengingatkan pada sebuah ruang dansa (ball room) yang sering
ada pada bangunan Eropa. Ruangan ini sekarang lebih sering dikenal dengan
sebutan aula barat dan aula timur, dan sering digunakan untuk kegiatan resmi.
Di sekeliling kedua aula ini juga terdapat ruangan-ruangan yang ditempati
beberapa Biro dengan Stafnya. Pada bagian paling atas terdapat lantai yang
disebut Menara Gedung Sate, lantai ini tidak bisa dilihat dari bawah, untuk
dapat sampai ke lantai teratas bisa menggunakan Lift atau dengan naik tangga
kayu. Kesempurnaan dan kemegahan yang dimiliki Gedung Sate juga dilengkapi
dengan adanya Gedung Baru yang mengambil sedikit dari gaya arsitektur Gedung
Sate namun dengan menggunakan gaya konstektual hasil karya dari seorang arsitek
bernama Ir.Sudibyo yang dibangun pada tahun 1977 diperuntukkan bagi para
Pimpinan dan Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah di Provinsi Jawa Barat
dalam melaksanakan tugas dan fungsinya juga sebagai Lembaga Legislatif Daerah. Lokasi
Gedung Sate yang merupakan salah satu tempat wisata di Bandung ini berada di
Jalan Diponegoro No. 22, Kelurahan Cihaurgeulis, Kecamatan Coblong.
![]() |
Gedung Sate Kota Bandung |
Tempat menginap di tengah Kota Bandung |
No comments:
Post a Comment