Sunday, May 29, 2016

Alun alun Kota Bandung

Gedung Merdeka Bandung
Kali ini saya akan menikmati keindahan Kota Bandung di seputaran Kantornya Walikota Bandung. Yak benar,... diseputaran alun-alun kota Bandung. Jika anda berkunjung ke Kota Bandung Cobalah berjalan kaki menyusuri Jalan Asia Afrika, jalan ini terkenal dengan deretan bangunan yang bersejarah lengkap dengan art deco-nya yang pasti membuat anda terpesona. Ketika anda mulai menyusuri jalan ini dan memandangi bangunan-bangunan bersejarah yang bergaya Eropa, anda akan merasa bahwa seolah-olah sebaagian Eropa berada disini. Mungkin inilah sebabnya mengapa kota Bandung dikenal dengan nama Paris Van Java yang sudah sangat dikenal sampai ke Mancanegara. Banyaknya gedung yang bergaya Eropa ini disebabkan karena dulu pemerintah Hindia Belanda memutuskan untuk memindahkan pusat pemerintahannya secara bertahap dari Batavia ke Bandung. Ini terjadi pada zaman kolonial Belanda tempo doeleo. Hingga pada saat itu pemerintah Hindia Belanda melakukan pembangunan secara besar-besaran di Bandung dimana gaya bangunan Art Deco Tropis sedang populer pada zamannya. Di zaman kejayaan Paris Van java kota Bandung, banyak turis mancanegara yang berkunjung ke Bandung untuk menikmati keindahan Kota Kembang ini dan beberapa hotal mewah seperti Hotel Savoy Homan dan Preanger menjadi tempat menginapnya para wisatawan tersebut yang letaknya diseputaran alun alun kota Bandung. Kita mulai dari sebuah persimpangan, orang-orang menyebutnya Simpang Lima, sebuah perempatan yang menghubungkan lima jalan yaitu Jalan Gatot Subroto, Jalan Ahmad Yani, Jalan Sunda, Jalan Karapitan, dan Jalan Asia Afrika. Di ujung Jalan Asia Afrika anda akan menemukan kafe mungil bernama kafe Utari, ada kopi dan beberapa makanan kecil disana. Tidak jauh dari sana anda akan menemukan sate M. Haris yang menawarkan sate kambing muda yang lezat. Wah, hati-hati dengan darah tinggi anda ya  jangan kebanyakan makan sate hehehe. Setelah itu di persimpangan Jalan Braga dan Jalan Asia-Afrika anda akan menemukan beberapa gedung tua yang masih berfungsi.
Masjid Agung Kota Bandung
Seperti Museum Konferensi Asia Afrika (KAA) yang menyatu dengan Gedung Merdeka, sebelumnya gedung ini dikenal dengan nama Gedung Societeit Concordia, yang kono tempat berkumpulnya masyarakat kelas atas di kota Bandung. Namun, seiring perubahan zaman fungsinya pun berubah dari waktu ke waktu, contohnya seperti sekarang dpat menjadi tongkrongan. Nama gedung ini pun menjadi terkenal sejak diadakannya Konferensi Asia Afrika pada tahun 1955 , hayoooo masih ingat gak pelajaran sejarah waktu di bangku SD? Jangan jangan banyak yang sudah lupa. Yaaaaa kalo lupa bisa baca baca lagi yak pelajaran tempo dulu yang diajarkan Bu Guru hehehehe. Di museum ini, anda bisa menikmati koleksi barang-barang dan foto-foto dokumenter peristiwa Pertemuan Tugu, Konferensi Kolombo, Konferensi Bogor, dan Konferensi Asia Afrika pada tahun 1955 di ruang pameran. Selain ruang pameran, museum ini juga memiliki ruang perpustakaan dan ruang audio visual. Anda juga bisa menemukan patung para tokoh delegasi yang mewakili negaranya pada dalam KAA 1955. Di luar gedung ini terpancang puluhan tiang bendera berwarna perak yang berderet menghiasi tepian Gedung Merdeka. Melewati Gedung Merdeka, anda bisa melihat hotel Savoy Homan yang kokoh nan indah. Tidak jauh dari sana berdiri Hotel Preanger yang juga merupakan hotel bersejarah pada zaman kolonial Belanda. Di seberang Hotel Savoy Homan anda akan menemukan Kantor Pikiran Rakyat yang menjual surat kabar Pikiran Rakyat, surat kabar yang sangat terkenal di kota Bandung. Di depannya ada banyak pedagang yang menjajakan makanan, salah satunya bubur Pikiran Rakyat yang terkenal enak itu. Setelah itu kita melangkah ke alun-alun, disana terdapat pusat perbelanjaan dan sebuah mesjid yang merupakan mesjid terbesar dan yang paling utama di Bandung, namanya Mesjid Agung Kota Bandung. Di sebelah utara ada Gedung BRI yang menjulang tinggi.
Menikmati Kuliner
Perjalanan menyusuri jalan Asia Afrika memang membuat kita lupa waktu, saking terpesonanya dengan bangunan-bangunan tua tidak terasa hari mulai gelap dan jalanan ini semakin malam semakin ramai saja, banyak pedagang yang menjajakan makanan dan lampu-lampu jalan berpadu dengan kelap kelip lampu hotel mewah menambah romantisme jalan yang penuh dengan cerita bersejarah ini.Jika anda berkunjung ke Bandung, sempatkanlah berjalan kaki menyusuri jalan Asia Afrika, dan rasakan aroma historicalnya yang menurut saya luar biasa. Setelah keliling keliling diseputaran alun-alun kota Bandung saya menuju ke sisi selatan menuju ketimur di depannya kantor walikota Bandung menuju tempat penginapan saya. Disepanjang jalan menuju penginapan banyak tukang becak dan para pedagang menjajakan makanan khas kota Bandung, disini juga banyak penginapan disediakan dan kita tinggal memilih sesuai selera dan isi kantong. Huuuuuuh mantap pokoknya dan tak terasa saya sudah sampai di penginapan Wisma GKBI. Nah,.... begitu ceritaku hari ini semoga nanti bisa kembali lagi ke Kota Bandung. #ade#

Saturday, May 28, 2016

Ulundanu Bratan

Berkunjung ke Bali belumlah lengkap jika belum berkunjung ke tempat wisata yang satu ini.Keindahan pura Ulun Danu sungguh memukau bagi saya yang meskipun sudah lama menetap di bali apalagi para wisatawan yang berkunjung ke pulau Bali dan belum pernah ke Bali sebelumnya. Keberadaannya yang mempesona di tengah danau Bratan di kawasan Bedugul sering menjadi icon yang menghiasi pamflet dan brosur yang terkait pariwisata pulau Dewata. Kondisi alam yang sejuk dan bahkan sering terjadi hujan di siang hingga sore hari, menjadikan keberadaan pura Ulun Danu dinyatakan sebagai salah satu kawasan romantis yang sangat cocok sebagai lokasi pemotretan prewedding maupun berbulan madu di wilayah Bali yang pastinya tidak akan terlupakan. Berikut ini ulasan obyek wisata di danau Bratan yang terletak di wilayah Bedugul yang disajikan sebagai pedoman liburan dari saya untuk anda.
Dalam paket wisata liburan ke Bali, biasanya para pengunjung mendapat agenda untuk mengunjungi pura Ulun Danu Bratan yang sangat indah ini. Berlibur dengan menikmati keindahan danau di Bedugul ini biasanya disatukan dengan tujuan mengunjungi kawasan Ubud dan obyek indah di Kintamani Bali. Hal ini sangat wajar, karena kedua wilayah tersebut cukup dekat. Akses terbaik untuk mengunjungi tempat ini juga disarankan jika anda telah melihat gagahnya pura Besakih yang jaraknya hanya sekitar 17 kilometer atau sekitar setengah jam perjalanan dari kawasan danau ini. jika anda berangkat dari Kuta menuju Bedugul ini maka dibutuhkan waktu sekitar 1,5 jam perjalanan atau letaknya sejauh 70 Kilometer. Akses lain yang disarankan adalah rute perjalanan liburan yang anda lakukan ke pantai Lovina di bagian Bali Utara. karena kawasan Bratan masih satu area di wilayah Utara.
Keindahan Pura Ulundanu Bratan
Pemandangan yang memukau dan eksotis di pura Ulun Danu Bedugul ini sangat tepat jika anda kunjungi di pagi hari (sunrise). Kabut tipis yang merambah di atas permukaan danau yang diterangi oleh sinar mentari pagi merupakan obyek menarik untuk jepretan foto yang anda lakukan. Banyak wisatawan yang berkunjung ke tempat ini berkomentar, bahwa, sejelek apapun kamera yang anda gunakan, Danau Bratan dengan keberadaan pura di tengahnya tetap akan terlihat cantik. Hal ini menunjukkan betapa mempesonanya salah satu tempat liburan di Bali ini. Tidak heran Kawasan Bedugul ini kerap dijadikan lokasi foto pra nikah dan menjadi kenangan tak terlupakan. Jika anda ingin membuktikannya, cobalah datang saat hari biasa (weekdays), pasti anda akan bertemu dengan rombongan fotografer dan pasangan calon pengantin yang sedang asyik menciptakan hasil karya jepretan romantis sebagai persiapan sebelum menikah.
Selain berfoto, di wilayah danau Bratan di Bedugul ini juga tersedia beberapa permainan air seperti kano, mengayuh sampan, jet ski, sepeda air dan parasailing. Lokasi permainan ini terletak di sebelah kanan pintu masuk menuju pura Ulun Danu. Untuk pengunjung yang datang bersama keluarga (membawa anak kecil), biasanya meluangkan waktu cukup lama di sini. Sedangkan bagi wisatawan yang memiliki nyali dan tidak takut ketinggian, biasanya melakukan kegiatan wisata dengan menggunakan parasailing ini untuk berkeliling dan memotret keindahan pura Ulun Danu dari atas udara di kawasan Bratan ini. Suasananya yang sangat tenang mirip dengan keindahan taman Narmada. Apalagi kedua obyek ini memang sama-sama dikelilingi air. Jika taman Narmada Lombok dikenal dengan taman buatan, maka danau Bratan Bali dikenal dengan taman air alami.
Senja yang merona
Sebelum anda meninggalkan danau indah di Bedugul ini, sangat disarankan untuk mampir ke pasar buah yang terletak di parkiran. Biasanya penjaja buah di sana akan menawarkan salak dan markisa Bali yang sangat segar dan juga buah strawberry. Atau, jika anda masih memilki waktu luang, cobalah mencicipi kelezatan kuliner Bali yaitu ayam Betutu yang menjadi makanan  khas di kawasan pura Ulun danu ini. Dijamin anda menyukai masakan tersebut. Seperti saya ini meskipun sudah lama menetap di Bali namun saya masih sangat menyukai masakan ini. Jika pembaca mau ke Bali dan membutuhkan Guide, free deh kalo saya yang nenemnin silakan menghubungi saya.

Friday, May 27, 2016

Gedung Sate Kota Bandung

Di depan Gedung Sate Bandung
Berkunjung ke Kota Bandung tidak lengkap rasanya bilamana tidak berkunjung ke Gedung Sate. Bangunan neo klasik berpadu dengan elemen native ini terletak di Jalan Diponegoro Bandung ini kini digunakan sebagai kantor gubernur Provinsi Jawa Barat. Gedung ini didesain oleh seorang arsitektur Belanda bernama J. Gerber. Gedung sate mendapat nama demikian karena pada puncak gedung ini terdapat menara yang berbentuk seperti sate, salah satu makanan tradisional Indonesia. Karena keunikan arsitekturnya, Gedung Sate Bandung menjadi obyek pariwisata (Wajib berfoto di depannya he he ). Di sekitarnya banyak pula obyek wisata lainnya yang menjadi tempat tujuan wisata masyarakat sekitar kota bandung dan juga para turis dari dalam maupun luar negeri. Mengunjungi gedung sate merupakan pengalaman yang unik, bukan hanya menikmati suasana di sekitar gedung, namun Anda akan merasakan sedikit “petualangan” ketika mulai menapaki anak tangganya satu demi satu yang terpasang hingga menaranya. Di sekitar gedung ini pun terdapat taman yang ditata dengan baik dan tentunya dimanfaatkan oleh warga sekitar sebagai tempat wisata. Lapangan Gasibu lokasinyasangat berdekatan dan lapangan Gasibu ini juga menjadi penghubung antara Gedung Sate dengan sebuah taman yang membentang sampai ke kawasan Kampus Universitas Padjajaran. Mungkin karena hal itulah, lapangan ini juga sering dijadikan sebagai sebuah tempat berkumpulnya banyak masyarakat Kota Bandung. Lapangan Gasibu tidak hanya difungsikan sebagai sarana tempat berolahraga orang dari Bandung saja, namun gasibu juga sangat ramai sekali dan banyak para pedagang pada waktu hari minggu. Tidak heran kalau pada hari minggu di lokasi Gasibu ini akan menjadi super macet. Lapangan Gasibu ini juga sering digunakan para promotor even yang ingin menyelenggarakan sebuah acara di lapangan ini. Gedung Sate juga merupakan salah satu ikon dari kota Bandung yang sekarang juga telah menjadi salah satu tempat wisata di Bandung. Khusus untuk wisatawan mancanegara banyak dari mereka yang memang sengaja datang berkunjung karena mempunyai keterkaitan history pada Gedung ini. Keterkaitan dengan history ini mungkin akan jauh terasa lebih lengkap jika pada saat menaiki anak tangga satu per satu yang tersedia menuju menara Gedung Sate.
Gedung Sate Kota Bandung
Terdapat 6 tangga yang harus dilewati dengan masing-masing 10 anak tangga yang harus dinaiki oleh pengunjung. Keindahan dari Gedung Sate juga dilengkapi dengan adanya taman disekelilingnya yang terpelihara dengan sangat baik, tidak heran jika taman ini banyak diminati oleh masyarakat kota Bandung dan banyak para wisatawan baik domestik maupun mancanegara yang berkunjung kesini. Keindahan yang dimiliki taman ini sering dijadikan lokasi kegiatan yang mempunyai nuansa kekeluargaan, lokasi shooting video klip musik baik untuk artis lokal maupun artis kelas nasional, lokasi foto keluarga atau foto diri sendiri bahkan foto pasangan pengantin. Khusus pada waktu hari minggu lingkungan dari halaman Gedung Sate dijadikan sebagai pilihan tempat sebagian besar masyarakat Bandung untuk bersantai, sekedar duduk-duduk dan menikmati udara segar di kota Bandung atau untuk berolahraga ringan. Membandingkan Gedung Sate ini dengan bangunan-bangunan dari pusat pemerintahan (capital building) yang ada di banyak ibukota negara sepertinya tidak terlalu berlebihan. Persamaannya yaitu semua dibangun di tengah kompleks hijau dengan memiliki menara sentral yang megah. Terlebih lagi dari segi letak gedung sate serta lanskapnya yang relatif cukup mirip dengan Gedung Putih di Washington, DC, Amerika Serikat. Bisa juga dikatakan kalau Gedung Sate adalah “Gedung Putih” nya kota Bandung. Di bagian timur dan bagian barat terdapat dua ruangan besar yang akan mengingatkan pada sebuah ruang dansa (ball room) yang sering ada pada bangunan Eropa. Ruangan ini sekarang lebih sering dikenal dengan sebutan aula barat dan aula timur, dan sering digunakan untuk kegiatan resmi. Di sekeliling kedua aula ini juga terdapat ruangan-ruangan yang ditempati beberapa Biro dengan Stafnya. Pada bagian paling atas terdapat lantai yang disebut Menara Gedung Sate, lantai ini tidak bisa dilihat dari bawah, untuk dapat sampai ke lantai teratas bisa menggunakan Lift atau dengan naik tangga kayu. Kesempurnaan dan kemegahan yang dimiliki Gedung Sate juga dilengkapi dengan adanya Gedung Baru yang mengambil sedikit dari gaya arsitektur Gedung Sate namun dengan menggunakan gaya konstektual hasil karya dari seorang arsitek bernama Ir.Sudibyo yang dibangun pada tahun 1977 diperuntukkan bagi para Pimpinan dan Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah di Provinsi Jawa Barat dalam melaksanakan tugas dan fungsinya juga sebagai Lembaga Legislatif Daerah. Lokasi Gedung Sate yang merupakan salah satu tempat wisata di Bandung ini berada di Jalan Diponegoro No. 22, Kelurahan Cihaurgeulis, Kecamatan Coblong.
Tempat menginap di tengah Kota Bandung
Lingkungan sekitar Gedung Sate merupakan suatu kawasan yang bersejarah, karena bangunan kuno peninggalan dari masa Kolonial Hindia Belanda di Bandung relatif banyak, seperti Museum Geologi, Museum Pos Indonesia, Gedung Dwiwarna, Rumah Tinggal dan lain sebagainya. Disekitar gedung sekarang telah banyak berdiri bangunan perkantoran, pemukiman, dan pertokoan. Untuk dapat mencapainya relatif mudah karena melalui jalan raya dengan kondisi yang baik, menggunakan kendaraan pribadi roda 4 atau 2 maupun naik kendaraan umum (Bis/Angkot) yang lewat kawasan ini relatif banyak. Untuk lebih mempermudah perjalanan wisata Anda menuju lokasi-lokasi tempat wisata di Bandung bisa memesan paket wisata Bandung dan jika Anda ingin lebih berhemat sewaktu liburan ke kota Bandung bisa mencari referensi hotel murah di Bandung. Adapun hotel yang saya referensikan buat anda yang berkunjung ke Kota Bandung yaitu Wisma GKBI yang terletak di perempatan Jl. Lengkong Besar dan berlokasi disekitaran alun-alun Kota Bandung.

Air Terjun Oenesu - Nusa Tenggara Timur

Air Terjun Oenesu-Kupang
Masih teringat ketika awal saya menampakkan kaki di Kota Kupang, Ibu Kota Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), salah satu hal yang paling membuat saya kaget dari kota tempat sebelumnya saya tinggal adalah cuaca panas dan berdebu karena ketika datang untuk pertamakalinya kebetulan memang lagi musim kemarau di NTT. Berwisata Untuk menyegarkan badan dan menghilangkan penat dari panasnya terik matahari di Kota Kupang, Saya memilih obyek wisata yang berhubungan dengan air dan pepohonan yang Rindang. Salah satu tempat favorit berwisata untuk menghilang kepenatan pikiran serta menyegarkan badan dan penatnya hari dari panasnya terik matahari adalah Air Terjun Oenesu. Wisata alam yang berada di Desa Oenesu, Kecamatan Kupang Barat, Kabupaten Kupang ini berjarak sekitar 20 kilometer dari Kota Kupang.
Jembatan Kayu  - Oenesu Kupang
Air terjun Oenesu menjadi salah satu tempat favorit wisatawan lantaran pesona air terjun yang dikelilingi rerimbunan berbagai jenis pohon yang menjadi ciri khas dan  pilihan yang cocok  untuk menghalau rasa gerah dengan panasnya cuaca Kota Kupang pada musim kemarau. Tak hanya itu, rindangnya pepohonan yang beragam jenisnya membuat susana hati setiap pengunjung yang melihatnya merasa tenang dan sejuk. Uniknya, Air Terjun Oenesu memiliki air terjun yang bertingkat-tingkat hingga mencapai empat lapisan memberikan suasana yang menyejukkan. Masing-masing tingkatan, di sela-selanya terdapat kolam-kolam yang terbentuk secara alamiah sehingga banyak dimanfaatkan pengunjung untuk berenang maupun berendam.Keunggulan lainnya, debit air Air Terjun Oenesu terus melimpah walaupun musim kemarau tiba.Dengan demikian anda tidak perlu khawatir untuk menikmati air terjun ini setiap saat.Rindangnya pepohonan besar dan tinggi plus deru suara air akan membuat anda mendapatkan sensasi terapi alami gratis di tempat ini.Tak hanya menyajikan suasana yang sejuk dan pemandangan alam yang indah, pemerintah setempat juga menyediakan beberapa gazebo untuk anda duduk menikmati berlama-lama air terjun tersebut.Selain itu, pemerintah setempat juga membangun jembatan kecil agar anda dapat menikmati indahnya air terjun jatuh ke bebatuan. Lokasi ini juga banyak dimanfaatkan keluarga yang berekreasi untuk bersantap siang di bawah gazebo yang tersedia. Pesona air terjun Oenesu yang indah juga banyak dimanfaatkan untuk selfi, foto model hingga foto prewedding. Hanya saja anda jangan kaget bila mendatangi lokasi ini akan mengelus dada dengan pengelolaannya.Anda akan menemui sampah yang berserakan dan atap gazebo yang sudah lapuk termakan usia. Penataan danPengelolaan tempat rekreasi Oenesu perlu lebih ditingkatkan lagi meskipun sudah dilakukan Pemerintah Kabupaten Kupang. Lokasi wisata air terjun yang memiliki luas areal sekitar 1,5 hektar sudah dilengkapi berbagai fasilitas, seperti bangunan peneduh berupa sembilan lopo, tangga menuruni ke lokasi air terjun.Selain itu, Oenesu juga dilengkapi jalan setapak, tempat parkir, tempat MCK, dan bangunan ganti pakaian. Meski pengelolaannya apa adanya, kepenatan udara dan kekesalan anda akan terbayar manakala sudah beberapa menit di lokasi tesebut. Sejuknya udara dan pemandangan alam pohon-pohon besar yang mengeliling lokasi air terjun menjadikan anda akan nyaman dan malas meninggalkan lokasi tersebut.Caranya, pandangi air terjun lalu. Beberapa saat kemudian, kepala anda menengadah ke atas kemudian berputar 180 derajat sehingga mata akan menatap rerimbunan pohon-pohon besar yang mengeliling lokasi wisata. Cukup mudah bukan. Meski tempat wisatanya bagus, sayangnya tidak ada kendaraan umum yang bisa mengakses lokasi wisata alam favorit tersebut. Untuk sampai lokasi itu, anda membutuhkan kendaraan pribadi baik roda empat ataupun roda dua. Untuk sewa kendaraan roda empat, satu hari di Kota Kupang berkisar Rp 500.000 hingga Rp 600.000. Bila anda menumpang ojek, maka pulang pergi bisa menelan biaya Rp 100.000.